Penelitian, Tesis, dan Public Speaking

Suatu ketika, saya mendapat sebuah SMS dari seorang teman yang kebetulan baru pulang dari luar negeri untuk menyelesaikan masternya. Ia meminta tolong kepada saya untuk menjadi moderator dalam acara pagi itu, acara untuk mempublikasikan hasil tesis yang ia kerjakan di luar negeri kepada para professor penguji dan juga beberapa mahasiswa S1 dan S2. Kebetulan karena acara harus dipandu dengan bahasa inggris secara penuh, dan saya pun mempunyai waktu kosong maka saya mengiyakannya.

Ketika acara sudah dimulai, dengan semangat dan mencoba untuk sambil menggali memori-memori kemampuan berbahasa inggris saya yang lama tidak digunakan, saya pun membuka acara dan mengantarkan teman saya ini untuk menyampaikan presentasi mengenai penelitian tesisnya. Di forum tersebut telah hadir 2 orang professor yang telah siap untuk menilai bagaimana presentasi tesis teman saya ini, kemudian juga hadir dengan jumlah cukup banyak dari mahasiswa S2 dan juga S1.

Teman saya pun memulai presentasinya, dengan kemampuan bahasa inggrisnya yang cukup baik ia coba memaparkan bagaimana penelitian untuk memenuhi tesisnya. Saya akui, beliau mampu memahami materi dengan sangat luar biasa, namun sayangnya gaya penyampaian beliau saja yang belum meyakinkan. Hingga terkadang professor penguji pun membingungkan apa yang beliau sampaikan. Untungnya hal itu tidak sampai berdampak buruk hingga membuat tesis beliau tidak pantas untuk dipresentasikan nantinya.

=============================================

Teman-teman sekalian, ada sebuah pepatah menarik yang disampaikan oleh seorang teman,

“Kemampuan public speaking itu memang mempengaruhi bagaimana seseorang. Salah satunya dalam presentasi penelitian. Antara orang pandai teori dan pandai menyampaikan , pasti yang diambil adalah orang yang bisa menyampaikan.”

Fakta memang seringkali berkata kepada kita mengenai hal ini. Bagaimana cara seseorang berbicara terkadang bisa mempengaruhi bagaimana kehidupannya, bahkan bukan hanya terkadang bisa jadi seringkali. Misalkan saja seperti kasus presentasi penelitian tadi, baik S1 maupun S2. Bagaimana jadinya jika presentasi kita tidak diterima hanya karena penyampaian kita yang buruk dan tidak meyakinkan? Bagaimana jika sebenarnya konsep yang kita tawarkan sangat bagus namun ketika diuji kita tidak bisa mempertahankannya karena kita tidak bisa menyampaikannya dengan meyakinkan?

Bahkan pada tingkat yang lebih tinggi seperti di politik, kebanyakan para politikus di sistem perpolitikan demokrasi saat ini adalah mereka-mereka yang mampu berbicara dan mempengaruhi orang lain ketika ia berbicara. Karena dari bagaimana kemampuan berbicaranya itu lah ia bisa mendapatkan kedudukan, menggolkan RUU yang tak pro rakyat, menjatuhkan kekuasaan orang lain, dan sejenisnya.

Setiap orang bisa berbicara namun ada kondisi-kondisi khusus yang harus kita sikapi dengan kemampuan berbicara yang lebih daripada kemampuan berbicara biasa. Dan disanalah pentingnya kemampuan untuk Public Speaking, tentu kemampuan ini bisa digunakan dalam segala macam kondisi, bukan hanya training ataupun forum besar. Dalam kasus yang saya alami, kemampuan ini ternyata sangat berguna dalam melakukan proses lobying, rapat, dan mempengaruhi orang lain untuk mengikuti apa yang kita katakan. Dan hal itu terbukti dengan begitu mudahnya saya melakukan lobying bahkan ke tingkat tertinggi sekali pun, sebut saja seperti Birokrasi Kampus misalnya.

Anda penasaran? Atau mungkin anda ingin memiliki kemampuan ini?

Anda bisa mulai belajar dari sekarang. Stay tune with Us in Public Speaking Lecture.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s